Senin, 15 Desember 2025

Menjadi Guru yang Diidamkan

Menjadi guru yang diidamkan oleh semua murid bukan berarti harus sempurna, tetapi hadir, peduli, dan bermakna bagi mereka. Berikut prinsip dan langkah nyata yang terbukti membuat guru dicintai sekaligus dihormati:

1. Menguasai materi, tapi lebih penting menguasai cara mengajar
    Murid menyukai guru yang menjelaskan jelas dan sederhana; memberi contoh yang dekat dengan 
    kehidupan mereka; dan tidak meremehkan pertanyaan murid-muridnya.
    Guru hebat bukan yang paling pintar, tapi yang membuat murid merasa pintar.

2. Mengajar dengan hati, bukan hanya kewajiban.
    Murid senang dengan guru yang hafal nama murid; tahu karakter     
    mereka; menyapa dengan senyum;
    dan mau mendengarkan tanpa menghakimi.
    Murid akan lupa rumus, tapi tidak akan lupa perasaan saat
    bersama gurunya
.

3. Tegas tapi Adil (Bukan Galak)
    Guru idaman itu konsisten pada aturan; tidak pilih kasih; menghukum dengan mendidik, bukan
    mempermalukan; dan memberi kesempatan memperbaiki kesalahan.
    Murid akan menghormati guru yang adil.

4. Jadikan kelas hidup dan aman
    Ciptakan suasana sehingga murid berani bertanya; tidak takut salah; boleh berpendapat; dan
    belajar sambil tertawa.
    Kelas yang aman, murid akan berani berkembang.

5. Jadi teladan, bukan sekadar pemberi nasihat
    Buktikan dengan tindakan:
    a. Disiplin → datang tepat waktu
    b. Jujur → akui jika salah
    c. Sopan → berbicara santun
    d. Semangat belajar → terus belajar
    Murid lebih percaya apa yang guru lakukan daripada apa yang guru ucapkan.

6. Menghargai usaha, bukan hanya hasil atau nilai. Oleh karena itu, guru harus berani mengpresiasi
    proses; mau memuji usaha sekecil apa pun; dan guru harus membandingkan murid dengan dirinya
    sendiri, bukan dengan teman lain.
    Ini membuat murid termotivasi, bukan tertekan.

7. Gunakan variasi mtode seperti: diskusi; game edukatif; cerita inspiratif; media digital; dan
    proyek kelompok.
    Murid akan lekas bosan pada metode yang itu-itu saja. 

8. Doakan murid dengan tulus. Ini sering terlupakan, tapi sangat kuat. Guru yang mendoakan
    muridnya insyaallah akan lebih sabar; lebih tulus; dan lebih ikhlas.
    Ketulusan itu terasa oleh murid.

Semua itu mudah dituangkan, tetapi terasa sulit diterapkan. Kecuali, untuk guru-guru yang melakukannya dengan senang dan perasaan memiliki. Memiliki bahwa yang didampingi itu anak-anak kita yang masih perlu mendapat pendampingan. Memiliki bahwa yang dibina itu putra-putri yang harus ditumbuhkembagkan menjadi manusia seutuhnya. Memiliki tanggung jawab bahwa guru sebagai salah satu pencipta generasi masa depan yang dinginkan oleh orang tua anak-anak yang memercayakannya kepada guru. 

Tidak mendidik dengan bentakan apabila anak-anak melakukan kesalahan dan tidak juga mengarahkan anak-anak didiknya dengan perasaan jengkel sehingga dapat menghilangkan keikhlasan dalam berbuat.



Senin, 04 April 2016

Para peserta didik SMP Negeri 239 Jakarta yang menginginkan contoh-contoh soal Remedial UN 2016 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia silakan unduh di sini!

Sabtu, 30 Januari 2016

Jadwal Kegiatan Kelas IX Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016

7, 8, 10, dan 11 Maret 2016 UAS
14 s.d. 18 Maret 2016 Ujian Sekolah Praktik
28 s.d. 31 Maret 2016 Ujian Sekolah Tulis
9 s.d. 12 Mei 2016 Ujian Nasional Utama