Menjadi guru yang diidamkan oleh semua murid bukan berarti harus sempurna, tetapi hadir, peduli, dan bermakna bagi mereka. Berikut prinsip dan langkah nyata yang terbukti membuat guru dicintai sekaligus dihormati:
1. Menguasai materi, tapi lebih penting menguasai cara mengajar
Murid menyukai guru yang menjelaskan jelas dan sederhana; memberi contoh yang dekat dengan
kehidupan mereka; dan tidak meremehkan pertanyaan murid-muridnya.
Guru hebat bukan yang paling pintar, tapi yang membuat murid merasa pintar.
2. Mengajar dengan hati, bukan hanya kewajiban.
Murid senang dengan guru yang hafal nama murid; tahu karakter
mereka; menyapa dengan senyum;
dan mau mendengarkan tanpa menghakimi.
Murid akan lupa rumus, tapi tidak akan lupa perasaan saat
bersama gurunya.
3. Tegas tapi Adil (Bukan Galak)
Guru idaman itu konsisten pada aturan; tidak pilih kasih; menghukum dengan mendidik, bukan
mempermalukan; dan memberi kesempatan memperbaiki kesalahan.
Murid akan menghormati guru yang adil.
4. Jadikan kelas hidup dan aman
Ciptakan suasana sehingga murid berani bertanya; tidak takut salah; boleh berpendapat; dan
belajar sambil tertawa.
Kelas yang aman, murid akan berani berkembang.
5. Jadi teladan, bukan sekadar pemberi nasihat
Buktikan dengan tindakan:
a. Disiplin → datang tepat waktu
b. Jujur → akui jika salah
c. Sopan → berbicara santun
d. Semangat belajar → terus belajar
Murid lebih percaya apa yang guru lakukan daripada apa yang guru ucapkan.
6. Menghargai usaha, bukan hanya hasil atau nilai. Oleh karena itu, guru harus berani mengpresiasi
proses; mau memuji usaha sekecil apa pun; dan guru harus membandingkan murid dengan dirinya
sendiri, bukan dengan teman lain.
Ini membuat murid termotivasi, bukan tertekan.
7. Gunakan variasi mtode seperti: diskusi; game edukatif; cerita inspiratif; media digital; dan
proyek kelompok.
Murid akan lekas bosan pada metode yang itu-itu saja.
8. Doakan murid dengan tulus. Ini sering terlupakan, tapi sangat kuat. Guru yang mendoakan
muridnya insyaallah akan lebih sabar; lebih tulus; dan lebih ikhlas.
Ketulusan itu terasa oleh murid.
Semua itu mudah dituangkan, tetapi terasa sulit diterapkan. Kecuali, untuk guru-guru yang melakukannya dengan senang dan perasaan memiliki. Memiliki bahwa yang didampingi itu anak-anak kita yang masih perlu mendapat pendampingan. Memiliki bahwa yang dibina itu putra-putri yang harus ditumbuhkembagkan menjadi manusia seutuhnya. Memiliki tanggung jawab bahwa guru sebagai salah satu pencipta generasi masa depan yang dinginkan oleh orang tua anak-anak yang memercayakannya kepada guru.
Tidak mendidik dengan bentakan apabila anak-anak melakukan kesalahan dan tidak juga mengarahkan anak-anak didiknya dengan perasaan jengkel sehingga dapat menghilangkan keikhlasan dalam berbuat.

