Senin, 15 Desember 2025

Menjadi Guru yang Diidamkan

Menjadi guru yang diidamkan oleh semua murid bukan berarti harus sempurna, tetapi hadir, peduli, dan bermakna bagi mereka. Berikut prinsip dan langkah nyata yang terbukti membuat guru dicintai sekaligus dihormati:

1. Menguasai materi, tapi lebih penting menguasai cara mengajar
    Murid menyukai guru yang menjelaskan jelas dan sederhana; memberi contoh yang dekat dengan 
    kehidupan mereka; dan tidak meremehkan pertanyaan murid-muridnya.
    Guru hebat bukan yang paling pintar, tapi yang membuat murid merasa pintar.

2. Mengajar dengan hati, bukan hanya kewajiban.
    Murid senang dengan guru yang hafal nama murid; tahu karakter     
    mereka; menyapa dengan senyum;
    dan mau mendengarkan tanpa menghakimi.
    Murid akan lupa rumus, tapi tidak akan lupa perasaan saat
    bersama gurunya
.

3. Tegas tapi Adil (Bukan Galak)
    Guru idaman itu konsisten pada aturan; tidak pilih kasih; menghukum dengan mendidik, bukan
    mempermalukan; dan memberi kesempatan memperbaiki kesalahan.
    Murid akan menghormati guru yang adil.

4. Jadikan kelas hidup dan aman
    Ciptakan suasana sehingga murid berani bertanya; tidak takut salah; boleh berpendapat; dan
    belajar sambil tertawa.
    Kelas yang aman, murid akan berani berkembang.

5. Jadi teladan, bukan sekadar pemberi nasihat
    Buktikan dengan tindakan:
    a. Disiplin → datang tepat waktu
    b. Jujur → akui jika salah
    c. Sopan → berbicara santun
    d. Semangat belajar → terus belajar
    Murid lebih percaya apa yang guru lakukan daripada apa yang guru ucapkan.

6. Menghargai usaha, bukan hanya hasil atau nilai. Oleh karena itu, guru harus berani mengpresiasi
    proses; mau memuji usaha sekecil apa pun; dan guru harus membandingkan murid dengan dirinya
    sendiri, bukan dengan teman lain.
    Ini membuat murid termotivasi, bukan tertekan.

7. Gunakan variasi mtode seperti: diskusi; game edukatif; cerita inspiratif; media digital; dan
    proyek kelompok.
    Murid akan lekas bosan pada metode yang itu-itu saja. 

8. Doakan murid dengan tulus. Ini sering terlupakan, tapi sangat kuat. Guru yang mendoakan
    muridnya insyaallah akan lebih sabar; lebih tulus; dan lebih ikhlas.
    Ketulusan itu terasa oleh murid.

Semua itu mudah dituangkan, tetapi terasa sulit diterapkan. Kecuali, untuk guru-guru yang melakukannya dengan senang dan perasaan memiliki. Memiliki bahwa yang didampingi itu anak-anak kita yang masih perlu mendapat pendampingan. Memiliki bahwa yang dibina itu putra-putri yang harus ditumbuhkembagkan menjadi manusia seutuhnya. Memiliki tanggung jawab bahwa guru sebagai salah satu pencipta generasi masa depan yang dinginkan oleh orang tua anak-anak yang memercayakannya kepada guru. 

Tidak mendidik dengan bentakan apabila anak-anak melakukan kesalahan dan tidak juga mengarahkan anak-anak didiknya dengan perasaan jengkel sehingga dapat menghilangkan keikhlasan dalam berbuat.



Senin, 04 April 2016

Para peserta didik SMP Negeri 239 Jakarta yang menginginkan contoh-contoh soal Remedial UN 2016 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia silakan unduh di sini!

Sabtu, 30 Januari 2016

Jadwal Kegiatan Kelas IX Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016

7, 8, 10, dan 11 Maret 2016 UAS
14 s.d. 18 Maret 2016 Ujian Sekolah Praktik
28 s.d. 31 Maret 2016 Ujian Sekolah Tulis
9 s.d. 12 Mei 2016 Ujian Nasional Utama

Rabu, 07 Agustus 2013

Renungan 1 Syawal 1434 Hijriyah

Yaa Allah, sebulan terasa belum cukup untuk tetap belajar membina diri menjadi manusia seperti yang Engkau harapkan. Akan tetapi, dalam kurun waktu itulah Engkau berikan kesempatan kepada kami untuk membina diri menjadi insan kamil yang mampu meniti hidup dengan penuh nilai ibadah.
Yaa, Allah ... sebelas bulan ke depan kami coba semampu kami untuk selalu beribadah seperti pada bulan Ramadan yang telah kami lalui. Sangat ingin menjaqdikan keluarga kami menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
Bimbinglah kami, yaa Rab... agar kami tetap menjadi hamba-hamba-Mu yang taqwa, yang selalu  tersadarkan bahwa yang haq itu haq dan yang batil itu batil.
Āmìn
Magelang, 7 Agustus 2013

Rabu, 31 Juli 2013

Buku Siswa Kurikulum 2013

1. Pendidikan Agama Islam
2. Pendidikan Agama Kristen
3. PPKn.
4. Bahasa Indonesia
5. Bahasa Inggris
6. Matematika
7. IPA
8. IPS
9. Penjasorkes
10. Senibudaya
11. Prakarya

Minggu, 19 Agustus 2012

SELAMAT IDUL FITRI 1433 HIJRIYAH

Pada 1 Syawal 1433 Hijriyah ini, saya mengucapkan "ja'alanallahu wa iyyakum minal aidina wal faa izina, kullu aamin wa antum bi khoirin, selamat Idul Fitri 1433 Hijriyah, mohon maaf atas salah dan khilaf". 

Khusus kepada seluruh anak didik saya yang pernah berkomunkasi baik secara langsung maupun tidak langsung, lisan maupun tertulis sehingga membuat ketersinggungan atau merasa tersakiti oleh ucapan atau tulisan saya. Dengan kejernihan dan ketulusan hati, "MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ATAS KESALAHAN DAN KEALPAAN SAYA".

Teriring salam,  


Rabu, 01 Agustus 2012

Sebuah Renungan Bagi Para Remaja Kita..

Silakan klik! Insya Allah menjadi tambahan wawasan dalam perenungan dalam kehidupan Anda. Aamiin.

Minggu, 29 April 2012

GAGAP PUN SEBUAH GAYA HIDUP

Belum sempat sebagian masyarakat kita tersadar dari ketidakmampuan menghadapi kecanggihan teknologi yang seakan tidak menghiraukan ketertatihan kita, sebagian masyarakat yang merasa telah mampu mengendalikan dan menguasai kehebatan gempuran itu pun tergagap-gagap pula.
Sebagian kita selalu mengolok-olok orang yang kurang atau tidak mampu memanfaatkan kemajuan teknologi karena ketidakmampuan menguasainya dicapnya gagap teknologi. Sebuah misal, jika ada seseorang yang tengah menggunakan sarana teknologi lalu menemui kendala karena ketidakpahaman pemanfaatannya dianggapnya gagap teknologi. Cukup terhibur orang-orang yang mendengarkan anggapan atau julukan sinis itu. Mereka yang secara peribadi tidak mampu menfaatkan teknologi sudah merasa bergembira mendengarkan pelabelan seseorang terhadap orang lain yang tergagap dalam teknologi, apalagi yang merasa sudah cukup mumpuni dalam pemanfaatan teknologi itu.
Orang yang dicap gagap sebenarnya sudah cukup bersabar dan merasa maklum, jika tidak mau dikatakan malu menghadapi kenyataan itu. sementara itu, mereka yang merasa mampu menggunakan teknologi sangat merasa tersanjung jika dikatannya sebagai orang yang hebat karena kemampuannya menggunakan teknologi canggih saat ini.
Satu sisi, tidak sadarkah kita? Kehebatan kita menguasai teknologi ternyata termasuk juga orang gagap teknologi. Betapa tidak? Coba tengok keseharian orang-orang atau teman-teman yang ada di tengah-tengah kita yang suka berkomunikasi dengan menggunakan handphone sambil berkendara dan tidak menggunakan alat bantu seperti handset. Tanpa mereka sadari bahwa ia dan orang-orang di sekitarnya diintai oleh bahaya yang siap menerkam keteledorannya karena penggunaan teknologi itu. Contoh lain, seorang yang sedang memimpin atau mengikuti rapat harus terputus berkomunikasi dengan forum yang sedang dihadapinya karena harus menerima telapon, tambah lagi dengan suara pembicaraan yang lantang ataupun dengan suara rendah sambil menangkupkan telapak tangan di depan mulutnya. Mereka tidak menyadari kalau dirinya terkendalikan oleh teknologi. Apakah contoh polah seperti ini tidak bisa dikatakan gagap teknologi?
Dikatakan gagap karena tidak mampu mengendalikan atau memanfaatkan sebuah produk teknologi. Orang yang tidak mampu menguasai teknologi dikatakan gagap teknologi. Lalu, apa bedanya dengan para ‘penguasa’ (orang yang menguasai) teknologi, tetapi mereka tidak mampu menguasai atau tidak mampu mengendalikan pemanfaatan teknologi itu? Nyaris tidak ada perbedaan sedikit pun.
Pemanfaatan teknologi sewajarnya, tidak dengan berlebihan dan menyadari kondisi yang dihadapi merupakan upaya menempatkan sarana teknologi di bawah kendali kita. Dengan terlalu banyak masyarakat kita yang tergagap-gagap dalam teknologi, bangsa kita makin tercerabut dari budaya baik kita yang mengutamakan bersilaturahim. Mereka lebih asyik dan lebih senang berkomunikasi dengan telepon apalagi ber-SMS-SMS-an sehingga orang-orang yang ada di sekilingnya tak terhiraukan dan tidak saling mengenal meskipun sering berjalan bersama, makan bersama, bahkan tidur bersama. Semua itu sepertinya sudah hal yang biasa dan wajar karena tidak tahu lagi etika berperibadi dan bermasyarakat.
Jika kita menginginkan menjadi bangsa yang beretika dan bermartabat, jadikanlah diri kita sebagi bangsa yang memiliki karakter dan keinginan yang kuat untuk menjadi peribadi dan bangsa yang memiliki keindonesiaan. Gaya hidup bukanlah harga mati karena bisa disubsitusikan ke hal lain yang bermartabat. Bukan lagi menjadi fenomena peribadi yang tergagap-gagap.

Selasa, 17 Januari 2012

MENYONGSONG MUKER MGMP BAHASA INDONESIA SMP PROVINSI DKI JAKARTA 2012

Ada momentum istimewa di tahun 2012 bagi komunitas guru bahasa Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Apakah itu? Di tahun kabisat ini, mereka akan melangsunkan siklus kehidupan berorganisasi empat tahunan. Uniknya, hajat itu akan dilaksanakan pada tanggal 29 Februari yang tidak setiap tahun kita dapatkan tanggal yang sama pada bulan tersebut. Kalaupun bertemu lagi, empat tahun berikutnya. 

Berkenaan dengan pemilihan ketua khususnya dan pengurus umumnya, akan lebih bijak jika kita memilih orang-orang yang mempunyai komitmen besar dalam MGMP Bahasa Indonesia atau kalau boleh diuraikan ada beberapa kriteria umum: 
     1. Memiliki kemampuan manajerial ke-MGMP-an; 
     2. Memiliki integritas tinggi terhadap MGMP; dan 
     3. Sanggup menjalankan roda organisasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi. 
     
Kalau penulis boleh mengutip pendapat orang bijak yang hidup di tatar Jawa, seorang pemimpin itu harus pinter, bener, lan kober. Sementara itu, orang bijak yang mendiami tatar tanah Sunda menaksir seorang calon pemimpin itu harus memiliki eksistensi cageur, bageur, bener, jeung pinter. Pinter (pintar) saja tidak cukup jika roda organisasi tidak dijalankan secara bener (benar), sesuai dengan koridor keorganisasian. Roda organisasi akan terbengkalai jika fisik pemimpin tidak dalam kondisi prima atau selalu sakit-sakitan maka perlu calon pemimpin harus memiliki fisik yang sehat (cageur) dan psikis yang baik (bageur). Jika hal-hal tersebut sudah terpenuhi, hanya merupakan sebuah wacana dan tumpukan program tanpa makna karena ia tidak mampu melaksakannya. Oleh karena itu, ada satu lagi kriteria calon pemimpin MGMP Bahasa Indonesia SMP Provinsi DKI Jakarta mendatang yaitu  kober (ada waktu untuk berbuat atau melakukan). 

Dengan semangat menuju perubahan dan perbaikan, penulis berharap musyawarah kerja yang akan dilaksanakan di Bogor nanti membawa manfaat terutama meningkatnya mutu kompetensi berbahasa Indonesia pada anak didik yang mengais sumber pengetahuannya di Provinsi DKI Jakarta.
atomi, suatu pagi di jalan nangka

Sabtu, 31 Desember 2011

RENUNGAN AKHIR TAHUN


Kegagalan Bukan Akhir Segalanya

"Kegagalan pada haikatnya bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, 
tetapi ia merupakan jembatan untuk melewati jalur tercepat 
menuju kesuksesan." 

   Sengaja saya awali renungan akhir tahun ini dengan kalimat bijak yang intinya kurang lebih sama. Untaian kalimat itu sering kita dengar dan biasanya disampaikan seseorang kepada orang lain yang tengah mengalami sebuah kegagalan. Mungkin terasa mudah untuk menyampaikan pernyataan itu, tetapi bagi seseorang yang tengah mengalaminya terasa berat untuk menerima kenyataan. Apalagi, selama persiapan, pelaksanaan, sampai dengan penantian dengan disertai 'ikhtiar positif' telah sungguh-sungguh dilakukan.
   Jika segala upaya sudah dilakukan, wajar jika ada rasa kecewa. Akan tetapi, apabila 'ikhtiar positif' telah dilakukan secara ikhlas, insya Allah rasa kecewa itu akan menjadi sebuah kekuatan untuk melihat sisi positif di balik kegagalan itu. Tidak pernah merasa lelah untuk tetap berbuat lebih baik. Bukankah kekasih Allah SWT, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa orang yang terbaik adalah orang yang bermanfat bagi orang lain.
   Setiap kita pasti pernah gagal dan hal itu sangat wajar dalam kehidupan. Yang berbeda adalah bagaimana sikap setiap kita dalam mempresepsi kegagalan yang sedang dihadapinya. Ada orang yang bisa mengambil hikmah dan belajar dari kegagalan yang diterimanya untuk kemudian mencarai cara, mencoba lagi, dan beruhasa keras agar bisa berhasil. Akan tetapi, lebih banyak dari kita yang merasa alergi dengan kegagalan itu. Mereka lebih terbiasa berharap menerima kesuksesan di awal usahanya daripada bersiap menghadapi kegagalan. Sahabat, kegagalan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mendidik diri kita guna mencapai kesuksesan dan mewujudkan cita-cita kita. Tanpa kegagalan maka kesuksesan kita akan terasa hambar. Tanpa kegagalan maka sedikit pelajaran hidup yang bisa kita ambil.
   Saya teringat kata-kata yang pernah disampaikan seorang pebisnis raja jalanan yang sampai saat ini menjejali sisi-sisi jalan di seluruh pelosok dunia, Soichiro Honda, "orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen, tetapi mereka tidak melihat 99% kegagalan saya." Meskipun satu persen keberhasilannya, pada kenyataannya mampu menguasai dunia. Apalagi jika 99%? Tentunya banyak pelajaran hidup dari kegagalan yang pernah dilalui oleh lelaki kelahiran distrik Shizuko, Jepang tanggal 17 November 1907 ini.
  Sahabat, janganlah terpaku dengan kegagalan yang kita hadapi, janganlah kita berpikiran bahwa orang lain akan mengingat dengan kegagalan kita. Buang jauh-jauh perasaan negatif itu! Cepat atau lambat, jika perasaan-perasaan negatif itu tetap bersemayam di benak kita, pada akhirnya kita akan menjadi orang yang lemah karena perasaan kita sendiri. 
   Bangkit, bangkit, bangkit, dan selanjutnya melangkah untuk mengabil posisi terbaik.  
atomi, dalam kesendirian di ciracas

Sabtu, 24 Desember 2011

KEGAMANGAN SEORANG GURU HARUS MENGAJAR 24 JAM, TERJAWAB SUDAH!


   Dengan disahkannya Permendiknas Nomor 30 Tahun 2011 terjawab sudah berkaitan dengan pemenuhan mengajar 24 jam sebagaimana yang tertuang permendiknas sebelumnya (Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009) khususnya Pasal 5 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas. 
    Pada Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 Pasal 5 ditungkan bahwa seorang guru yang belum memenuhi 24 jam masih diperkenankan mengajar atau mengampu bidang lain untuk memenuhi kekurangannya itu dengan ketentuan sebagai berikut:
a. mengajar mata pelajaran yang paling sesuai dengan rumpun mata   
    pelajaran yang diampunya dan/atau mengajar mata pelajaran lain yang 
    tidak ada guru mata pelajarannya pada satuan administrasi pangkal atau 
    satuan pendidikan lain;
b. menjadi tutor program Paket A, Paket B, Paket C, Paket C Kejuruan atau
    program pendidikan keaksaraan;
c. menjadi guru bina atau guru pamong pada sekolah terbuka;
d. menjadi guru inti/instruktur/tutor pada kegiatan kelompok kerja guru/
    musyawarah guru mata pelajaran (KKG/MGMP);
e. membina kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk kegiatan praja muda
    karana (Pramuka), olimpiade/lomba kompetensi siswa, olahraga, kesenian,
    karya ilmiah remaja (KIR),  kerohanian, pasukan pengibar bendera
    (Paskibra), pecinta alam (PA), palang merah remaja  (PMR), jurnalistik/
    fotografi, usaha kesehatan sekolah (UKS), dan sebagainya;  
f.  membina pengembangan diri peserta didik dalam bentuk kegiatan
    pelayanan sesuai dengan bakat, minat, kemempuan, sikap, dan perilaku
    siswa dalam belajar, serta kehidupan pribadi, sosial, dan pengembangan
    karir diri;
g. melakukan pembelajaran bertim (team teaching) dan/atau;
h. melakukan pembelajaran perbaikan (remedial teaching).
   Ketentuan tersebut berlaku hanya 2 (dua) tahun sejak Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 disahkan (30 Juli 2009). Dalam Permendiknas Nomor 30 Tahun 2011 sebagai permendiknas perubahan dengan tegas dikatakan bahwa sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 permasalahan itu harus tuntas. Artinya, mulai Januari 2012 semua guru harus mengajar sesuai dengan spesifikasi mata pelajaran yang ia ampu atau sesuai dengan jenis mata pelajaran yang tercantum pada sertifikat pendidik dengan jumlah minimal 24 jam. Jumlah tersebut tidak diperkenankan lagi 'menutupinya' dengan mata pelajaran atau bidang tugas lain sebagai tambahan seperti yang dilakukan sebelumnya (poin a - h).
   Dua tahun sejak Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 ditetapkan, permasalahan guru, khususnya mereka yang mengajar kurang dari 24 jam belum juga tuntas. Akan tetapi, pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebuyaan, dua tahun merupakan waktu yang cukup bagi pemerintah daerah untuk berkonsolidasi berkaitan dengan masalah tersebut sehingga tidak perlu lagi untuk mengulurnya. Oleh karena itu, dengan terbitnya permendiknas perubahan tersebut merupakan sebuah ultimatum bagi pihak dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan kantor wilayah kementerian agama, dan kantor kementerian agama kabupaten/kota agar segera menuntaskannya.
   Penulis berharap kepada teman-teman guru tidaklah perlu risau dan cemas, tetaplah mengajar sebagaimana biasa, tetap semangat, dan terus berjuang demi kemuliaan penerus kita. Biarlah permasalahan itu bergulir seiring dinamika bangsa ini yang sedang menuju pembenahan diri dan insya Allah semua pihak penentu kebijakan sedang memikirkan dan mencari solusi terbaiknya. Apapun yang akan kita dan teman-teman hadapi dan alami semata-mata kuasa Allah SWT. Oleh karena itu, berpikirlah positif karena berpikir positif merupakan pintu kemenangan kita yang orang lain tidak pernah mengetahui, kecuali diri sendiri.
teriring salam
atomi, suatu pagi di ciracas
Baca selengkapnya

Selasa, 13 Desember 2011

SANGGAR BAHASA DAN SASTRA


Forum ini sengaja saya buat untuk menerbitkan tulisan peserta didik SMP Negeri 239 Jakarta. Tulisan itu bisa berupa karya ilmiah, cerpen, puisi, dan karya tulis lainnya yang tidak mempertentangkan suku, agama, dan ras (SARA). Saya tunggu karya tulis Anda dengan mengirimkannya melalui email: atomi_aa@yahoo.com
The beauty that happens when we share the positive things.  
Sebagai referensi saya berikan satu contoh cerpen Rahasia Kutukan Buku Merah karya Zona Asha Tigara siswi SMP Negeri 177 Jakarta Selatan yang pernah meraih juara I Festifal Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2010. Pada tahun yang sama ia pun memperoleh penghargaan Juara III FLS2N Tingkat Nasional di Surabaya. 

Sabtu, 03 Desember 2011

Pendidikan Karakter dalam Cerpen

GARA-GARA NYAMUK

    Setibanya pulang kerja, aku langsung ke dapur mengambil segelas air untuk menghilangkan dahagaku...betapa air ini telah menghilangkan dahagaku. Akan tetapi di tengah keasyikanku minum, tiba-tiba ...PLAK!..anakku yang pertama memukul tanganku yang sedang memegang gelas, dan kontan saja air yang sedang kuminum tumpah berceceran membasahi bajuku.
    Mendapat perlakuan seperti ini, secara refleks kakiku hendak menendang anakku yang baru berumur 6 tahun ini. Akan tetapi kiranya Allah masih memberikan pelajaran bagiku supaya tidak kasar pada anakku, kakiku yang awalnya hendak menendang amanah Allah secara tak diduga menendang tumpukan panci...PRANG! suara panci berjatuhan dan mengagetkan anakku hingga menangis sambil berteriak "Ayah...! aku nggak sengaja...."
    "Mengapa kamu memukul tangan ayah? Ayahkan lagi minum...lihat baju ayah basah begini!" tanyaku dengan nada tinggi.
   "Ayah...aku nggak sengaja...." sambil nangis dan memelukku..."Aa..hanya mukul nyamuk di tangan ayah..."  lanjutnya.
    Mendengar jawaban anakku, aku sedikit terhentak dan langsung melihat tanganku yang tadi dipukul...ternyata benar juga, seekor nyamuk telah mati tertempel di tanganku...........
   Astagfirullah, ternyata anakku telah menyelamatkan aku dari gigitan nyamuk, yang siapa tau bisa menyebabkan demam berdarah..
  Aku tersadar dan langsung minta maaf pada anakku sambil kupeluk..ternyata apa yang kita anggap jelek, belum tentu buruk buat kita..berbaik sangkalah terlebih dulu...Ya Allah ampuni kelemahan aku ini. Engkaulah yang Maha Sempurna. (Iwan Gunawan, S.Pd.)

Jumat, 02 Desember 2011

Ujian Nasional 2011/2012

   Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menegaskan bahwa ujian nasional (UN) bukanlah penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing. Akan tetapi, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.

    Adapun pelaksanaan UN sebagai berikut:
    1. SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, 
        sedangkan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. 
    2. SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012,  
          UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.
    3. SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, 
        UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. 

    Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.
   M. Nuh menyampaikan ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Jika berkasnya bocor, kredibilitas UN sudah berkurang, bahkan hilang.  Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji. Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya.  Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. Lebih lanjut mantan Rektor ITS Surabaya itu mengatakan bahwa seandainya terjadi kesalahan, harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut. Keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. Beliau menegaskan bahwa nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya.
  Mendikbud menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi peserta didik dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).
Sumber: Kemendikbud

Sabtu, 26 November 2011

SELAMAT TAHUN BARU 1433 HIJRIYAH
Semoga Kita Senantiasa Mendapatkan Rida Allah SWT. Amin